Kapan Sebaiknya Kamu Tahu Potensi Diri Yang Sebenarnya ?

Guru membuka pintu, tapi anda harus masuk sendiri

Pepatah Cina


Menurut pengalaman pribadiku, judul di atas jawabannya :
Secepatnya !

Lebih cepat lebih baik.

Kenapa ? Sedikit cerita, ini kalau keinget aku dulu waktu SMA, kok rasa-rasanya nyesel banget.

Jadi waktu itu kelas 2 SMA (jamanku belum ada sebutan kelas XI)
Ketika itu masa-masanya anak kelas 2 SMA galau buat milih jurusan. Kamu yang sekarang sekolah SMA mungkin relate dengan kegalauan ini ya ?
Pilih jurusan kelas 3 IPA, IPS, atau Bahasa.

Kebanyakan siswa kayaknya pengen masuk IPA. Apalagi orang tuamu ya kan ?

Kalau udah masuk IPA tuh dianggep udah pinter, jago matematika, gampang milih jurusan buat kuliah, dan minimal kalau ngelamar kerja tuh lebih gampang.

Maklum, tahun 2000 an dulu informasi masih terbatas, internet juga masih lambat dan baru dikuasai sama yahoo aja.. wah ketahuan umurnya nih haha..

Kalau nasib ngga bisa nerusin kuliah, banting setir mau kerja pake ijazah lulusan SMA jurusan IPA waktu itu masih “lebih laku” daripada jurusan lain. Entah mau ngelamar CPNS atau swasta.

Back to story, di tengah kegalauan milih jurusan itu. Untungnya di sekolah ada program bagus, sekolahku mengadakan tes bakat dan potensi yang hasilnya bisa memberikan informasi jurusan apa yang paling cocok dengan potensi siswa.

Kemudian setelah tes selesai dan 1 minggu berselang tiba saatnya pembagian hasil tes.
Setiap anak menerima sertifikat hasilnya masing-masing. Dan aku pelan-pelan mengintip dengan perasaan deg-degan banget..

Aku baca dari atas ke bawah dan memahami setiap detail poin poin-nya.

Hasil dari setiap poin kecerdasan, menunjukkan bahwa bakat dan minatku cocok untuk jurusan :

Pilihan Utama : IPS
Pilihan alternatif kedua : Bahasa
Pilihan alternatif ketiga : IPA

Reaksiku , What ?
Masa sih ? Bukan IPA pilihan pertama ?
Justru ketiga !?

ini gambarnya biar ngga dikira hoax hehe..


Kaya gak percaya aja, padahal aku ngga lemah-lemah amat kok pelajaran matematika dan pelajaran eksak lainnya.
Malahan Kimia sama Biologi itu pelajaran favoritku.

Kok bisa sih? apa mungkin ada yang salah.. pikirku.

Tapi memang apapun hasilnya keputusan tetap diserahkan kepada siswa masing-masing mau pilih jurusan apa.
Dan bisa ditebak. Aku pilih apa ?

Yep, IPA hahaha.. Karena gengsi dan ikut-ikutan kawan-kawan.

Bagus nggak seperti itu ? Nggak.. Menurut aku sama sekali nggak .
Kenapa ?

Ceritanya setelah lulus SMA pun aku memilih bekerja (pakai ijasah SMA IPA hihi..) selama beberapa tahun dan baru melanjutkan kuliah jurusan Tehnik Informatika.
Yap.. nggak sesuai potensi diri lagi kan? hmm…

Di sini lah aku mulai ngerasa ini bukan aku banget..

Banyak Belajar Itu Baik Tapi Jangan Lupakan Fokus

Setelah aku putuskan nggak melanjutkan kuliah (padahal udah masuk semester 7 bikin skripsi, sedih kalau ingat.. sayang banget) disebabkan oleh satu hal yang memang keputusan sulit.

Salah satunya juga karena aku ngerasa salah jurusan kuliah, bisa ngikutin sih kuliahnya dan IPK selalu di atas 3 tiap semesternya tapi nggak happy.

Ada yang kurang gitu deh, batin nggak puas. Harusnya kalau sesuai minat dan bakatku, aku pilih Ekonomi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, atau Sastra Inggris gitu di kampus.

Tapi dasar aku memang payah.. hehe.. masih menganggap jurusan eksak itu paling keren.

Sampai akhirnya belasan tahun kemudian di usia kepala 3 aku merantau ke ibukota, melamar pekerjaan dan menetap sampai sekarang.
Kebetulan pekerjaanku sekarang mengharuskan aku untuk terjun di internet marketing.

Karena aku orangnya suka belajar mulai deh belajar bikin website wordpress, Facebook Marketing, Instagram Marketing, Video grafis, Desain, konten marketing, ilmu bisnis, pengembangan diri.

Aku lahap pula youtube channel yang bagus-bagus.
Oh iya.. pernah suatu ketika aku lagi scrolling di Youtube dan nemuin konten dari channel Satu Persen.

Inget banget waktu itu tahun 2019 tapi lupa bulan apa, kontennya berjudul “Filosofi Satu Persen: Satu Persen Lebih Baik Setiap Harinya”

Di situ ada hal menarik buatku, ternyata untuk mengubah diri kita ke arah yang lebih baik itu konsepnya sedikit demi sedikit 1 persen setiap hari yang bakal meningkat bukan 365 % tapi ribuan persen dalam satu tahun.

mindblowing banget kan ?

Tapi… karena terlalu banyak yang aku pelajari, pengen bisa skill ini, skill itu, dapet tawaran freelance dikit ambil, job ini belum kelar, ada job baru ambil. Padahal sambil kerja juga.

Akhirnya ngga fokus. Capek doang dapatnya.


Baca Juga : Melatih Fokus Agar Hidup Lebih Produktif

Seperti pepatah,
“Kalau kamu mengejar 2 kelinci sekaligus, kamu tidak akan mendapat keduanya”

alias SIA-SIA

Suatu hari aku mulai mikir dalem, dan bertanya dalam hati
“Apa sih yang kamu cari ?”

Di situlah aku mulai meng-eliminasi apa yang memang bener-bener sesuai minatku. Dari list skill yang aku bisa, aku coba menganalisa mana yang sesuai sama karakterku dengan menjawab pertanyaan sederhana ini yang kudapat dari seorang sahabat :

1. Kamu lebih suka bekerja sendiri atau banyak orang ?
– Sendiri

2. Kamu suka pekerjaan menulis atau berbicara ?
– Menulis

3. Sebutkan aktifitas yang akhir-akhir ini kamu dapat pujian dari orang lain
– Menulis status facebook dengan copywriting dan stroytelling

4. Sebutkan aktifitas yang ketika kamu melakukannya membuat kamu lupa waktu dan larut di dalamnya
– Menulis konten

Aha..
Sudahlah,
sepertinya ini yang harus aku fokusin.

MENULIS KONTEN

Entah nanti bakal dapat kerjaan jadi Copywriter, Content Writer, Content Creator atau apapun yang penting nyambung dengan menulis.

Jadi kuputskan setiap hari aku rutinkan membaca konten, nonton video, kepoin tulisan postingan status orang yang menurutku interaksi nya tinggi, terus nulis ulang ke status facebook ku sendiri. Minimal 2 postingan per hari.

Itu aja rutin yang kulakuin.
Lama-lama kok aku ngerasain nikmatnya pekerjaan menulis ya. Dan tidak jarang status postinganku mendapat pujian lagi dan lagi.
Aku tambah yakin potensiku sudah ketemu.

Baca Juga : Pentingnya Hobi untuk Menggali Potensi Diri

Tawaran Itu Mulai Datang

Aku termasuk orang yang percaya bahwa keberuntungan itu adalah pertemuan antara kesiapan dan kesempatan.
Bukan yang tiba-tiba datang.

Begini ceritanya,
suatu hari, aku iseng untuk join sebuah grup bisnis di Facebook. Setiap postingan adminnya aku selalu kasih komentar panjang dan berbobot dengan sentuhan copywriting tentunya.

Admin dan anggota lain pun ikut kasih komentar di komentarku jadi saling bersahutan.
Selang 2 mingguan, admin grup kirim private message di Messenger Facebook dan dia bilang kalau tulisanku bagus.
Dan dia kasih penawaran freelance nulis copy dalam gambar feed Instagram dan konten Facebook grup bisnis. Kalau ditotal konten bulanan mereka butuh sekitar 250 konten.

Waw.. tanpa menunggu waktu lama aku iyakan saja tawaran itu.

Selain rutin membuat konten, aku juga ikut grup menulis. Pernah suatu hari diadakanlah lomba menulis antar anggota grup.
Dan dari 30 an peserta, aku dapat peringkat 2. Rasanya, pede meningkat berkali lipat berasa mirip iron man wkwkwk

Mindset Bertumbuh

Aku sadar tidak sepatutnya berpuas diri. Ini belum apa-apa, justru ini adalah awal.

Kalau saja aku dulu ngga pilih jurusan IPA dan pilih ke Bahasa atau IPS , bisa jadi lain ceritanya.

Walaupun harus melalui proses panjang dan ngga sebentar, setidaknya aku udah nemuin apa minatku.
Dan aku tetap harus menanamkan mindset bertumbuh. Selalu belajar dan belajar hal baru.

Tapi kali ini beda, aku mau fokus di bidang menulis saja.

Buat kamu, kalau saat ini kamu :

1. Masih sekolah/kuliah/ belum bekerja

Jangan risau. Jaman sekarang sudah jauh lebih baik dari jaman aku dulu.

Akses informasi up to date, cepat, buanyak banget kesempatan dan peluang.
Mungkin kamu belum nemuin apa yang jadi minat kamu sekarang, mencoba banyak hal bukanlah hal yang buruk.

Banyak-banyak membaca, dan jangan cuma rebahan hehe.. Ikut juga organisasi, les, kursus, latihan beladiri, fitness atau apapun.
Mumpung kamu belum berkeluarga, masih banyak waktu.

Tapi tetap sesuaikan dengan sumber daya yang kamu punya.
Tenaga, pikiran, dan uang.
Nggak mau kan sampai studi kamu keteteran. Kalau kamu di posisi ini luangkan waktu lebih banyak untuk gimana caranya cepat selesaikan studi kamu.

2. Sudah bekerja tapi ngga sesuai potensi diri

Kalau saat ini kamu udah puas dengan hasil yang kamu peroleh dari pekerjaan kamu, misalkan kamu PNS atau karyawan swasta dengan gaji yang di atas rata-rata kebanyakan orang dan menurut kamu oke, ya lanjut aja.

Di sini aku nggak akan bilang bahwa bekerja sesuai potensi dan minat itu pilihan yang paling baik.
Enggak.

Silahkan saja itu pilihan hidup setiap orang. Karena prioritas dalam hidup seseorang itu berbeda.

Bisa jadi minat dan potensi dirinya adalah bermusik, tapi pekerjaan sekarang adalah karyawan BUMN.
Mungkin seseorang punya potensi di fotografi, tapi sekarang bekerja jadi akuntan yang gajinya sudah cukup untuk keluarga, karena priortasnya adalah adalah pengen memberikan yang terbaik untuk anak dan istrinya.

Lain cerita misalkan nih,
gaji aja kurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, udah gitu kerjaannya membosankan, monoton.

Berangkat setelah subuh, di jalan macet, di tempat kerja udah capek, teman toxic, harus lembur, pulang kerja di atas jam 9 malam..
Berulang sampai bertahun-tahun, saran aku sih baiknya kamu mulai pikir ulang.

“Apakah ini yang selama ini kamu cari ?”
“Kalau bukan, sampai kapan ?”

Untuk kamu yang udah terlanjur masuk dalam lingkaran setan ini, saranku :

– Atur Keuangan,
sisihkan untuk budget pengembangan diri. Jangan berhutang untuk mendapatkan sesuatu yang nggak kamu perlukan

– Ikut Tes Kepribadian Atau Potensi Diri
seperti di tes kepribadian ini supaya kamu tau potensi kamu apa. Tenang, gratis kok. Kalau mau lebih dalam ya kamu ikuti kelas online nya, terjangkau banget. Nggak sampai uang rokok sebulan. 🙂

aku kasih screen shot nya nih :

Tes Gratis Satu Persen



Banyak membaca dan mencoba belajar skill baru
Sumber bacaan ngga harus beli buku kalau uang jadi pertimbangan, bisa kamu dapetin dari ebook, video youtube, Instagram, ikut grup telegram, grup facebook sesuai minat kamu.

Tapi perlu diperhatikan, jangan pelajari skill baru yang udah jadul.

Misal nih, kamu suka bidang IT apa iya jaman sekarang kamu mau belajar skill merakit PC ketika sekarang orang banyak pakai laptop. Nah kalau 10 tahun lalu mungkin masih relevan. Tapi bukan bermaksud mengecilkan skill itu ya, sekali lagi.

Kalau bisa sih.. cari yang ke depan masih bakal di butuhkan paling tidak 10 tahun ke depan.
Ini contohnya beberapa skill yang dibutuhkan saat ini dan mahal harganya karena banyak permintaan tapi belum banyak supplai nya.

– Digital Marketing
– UI/UX Designer
– Copywriter
– Content Writer
– Data Analyst
– Data Scientist
– Video Grapher
– Animator
– Content Creator

Intinya sih punya minat dikembangkan boleh tapi kalau bisa yang menghasilkan sesuai jamannya.
Dan buat kamu yang udah tau minat dan potensi kamu yang sudah sesuai dengan potensi kamu, aku ucapkan SELAMAT.

Tetap tanamkan mindset bertumbuh, jangan mudah berpuas diri. Teruslah mengasah potensi kamu.
Jaman terus berubah lebih cepat, kuasai skill baru yang dibutuhkan sesuai jamannya.

Sekali lagi, menemukan potensi diri itu lebih cepat lebih baik.

Salam.

Leave a Comment